Rabu, 29 Februari 2012

Bahrain vs Indonesia 10-0, Mungkinkah Ada Pengaturan Skor?


Zona Aneh - Bahrain vs Indonesia 10-0, Mungkinkah Ada Pengaturan Skor? - Hasil paling MEMALUKAN dari puluhan laga internasional tengah pekan ini adalah Bahrain vs Indonesia. Timnas kita kalah SEPULUH KOSONG! 10-0.

Bahrain yang dilatih Peter Taylor memang butuh selisih gol besar [sembilan gol] dan kekalahan Qatar atas Iran untuk bisa lolos ke putaran akhir penyisihan grup Kualifikasi Piala Dunai 2014 Zona Asia. Baca nama klub sepakbola yang aneh di Indonesia

Pesta gol Bahrain sudah dimulai ketika kiper Syamsidar dikartu merah karena melanggar pemain Bahrain di menit ketiga. Gol demi gol kemudian menghujani gawang Indonesia. Dua gol dari titik putih [pada laga ini wasit ngasih empat kali penalti buat Bahrain, dua masuk, dua gagal]. Lihat video highlightsnya di sini.

Tapi pada akhirnya, harapan Bahrain untuk lolos dari penyisihan grup pupus ketika Qatar menyamakan kedudukan jadi imbang 2-2 lawan Iran. Dua tim tersebut akhirnya lolos dari Grup B.

Banyak pengamat bola luar [yang tentunya tak punya tendensi apa pun tentang kondisi sepakbola nasional] mempertanyakan skor memalukan ini. Mereka berharap FIFA menginvestiasi adanya pengaturan skor. Perlu dicatat, kemenangan terbesar Bahrain sebelumnya �hanya� 5-0 dan dalam rekor pertemuan dengan Bahrain, Indonesia TIDAK PERNAH KALAH lebih dari 3-1.

Berikut rekor pertemuan Indonesia v Bahrain:

* Indonesia 3-2 Bahrain (Piala Presiden Korea Selatan, Agustus 1980)
* Indonesia 1-1 Bahrain (Piala Presiden Korea Selatan, Agustus 1982)
* Indonesia 0-0 Bahrain (Kualifikasi Piala Asia 1988 Jakarta, 1987)
* Indonesia 1-3 Bahrain (Piala Asia 2004 Grup A, 25 Juli 2004)
* Indonesia 2-1 Bahrain (Piala Asia 2007, 10 Juli 2007 Jakarta)
* Indonesia 0-2 Bahrain (prakualifikasi I piala dunia 2014 zona Asia, 2011)
* Indonesia 0-10 Bahrain (prakualifikasi II piala dunia 2014 zona Asia, 2012)

Gunakan akal sehat [sekali lagi akal sehat, dan saya berharap anda punya akal] untuk menilai. Kalau kemarin anda bisa menang 2-1 dan kalah cuma 1-3 dan 0-2, terus hari ini anda kalah 10-0, ada apa?

Kalah kualitas? IYA, tapi tak akan separah itu. Pembelajaran? Hanya orang bodoh yang naik satu anak tangga kemudian turun sepuluh anak tangga. Menjual diri? Entahlah� Karena suap dan pengaturan skor di sepakbola itu memang benar-benar ADA, tapi sangat sulit membuktikannya. Seperti kentut, ada baunya, tapi gak ada buktinya. Kecuali orang yang kentut itu mengaku. Kecuali mereka yang di lapangan hijau mengakui kentut mereka.

Perlu dicatat, dari 10 pertandingan selama tahun 2011 lalu, Indonesia kebobolan 22 gol. Tapi di tahun 2012, baru satu pertandingan sudah kebobolan 10 gol!

Kekalahan ini merupakan yang terburuk dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kekalahan yang menegaskan Indonesia sebagai tim penggembira dan lumbung gol di Asia.

Mau berargumen wasit menguntungkan tuan rumah? Itu argumen yang wajar ketika tim kita kalah 0-1, 1-2, atau 2-3. Tapi menyalahkan wasit ketika kalah 10-0 adalah seperti berak di muka sendiri. Menunjukkan kebodohan kita sendiri.

Sebagian lagi bilang Indonesia tidak mengirimkan tim terbaik, hanya tim B, tim yang terdiri dari pemain-pemain yang hanya main di Indonesia Premier League, sementara deretan pemain terbaik timnas lebih memilih berkompetisi di Indonesia Super League. Ya inilah hasil dari dualisme dan ego petinggi bola nasional. Bukan hanya timnas yang hancur, tapi nama, harkat, dan martabat bangsa Indonesia.
sumber:internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar