Selasa, 28 Februari 2012

Siapa Koruptor Pertama Penghuni Rutan KPK?

Siapa Koruptor Pertama Penghuni Rutan KPK?
Zona Aneh - Siapa koruptor pertama yang akan menempati rutan khusus Komisi Pemberantasan Korupsi? Pertanyaan ini bakal terjawab di pertengahan bulan Maret.

"Pertengahan Maret diharapkan sudah ada yang mengisi," kata juru bicara KPK, Johan Budi, di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Selasa (28/2/2012).

Siapa orang itu, Johan sendiri tidak bisa menebaknya. Johan menegaskan, penyidiklah yang mengetahui kapan seorang tersangka harus ditahan.

Ruang tahanan KPK ini berada di lantai basement Kantor KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta. Luasnya mencapai 80 meter persegi, terdiri dari tiga kamar tahananyang masing-masing berukuran 3,1 x 3,5 meter.

Menariknya total uang yang dikeluarkan KPK untuk rutan tersebut hanya sebesar Rp 20 juta. Pengeluaran dapat ditekan sedemikian kecil karena banyak mengoptimalkan properti bekas seperti kasur dan ranjang milik penyidik.

"Jadi di sini kan dulu ada kasur untuk penyidik atau penuntut yang lembur, ini kita manfaatkan," papar Johan.

Selain itu, minimnya pengeluaran KPK untuk membangun rutan ini juga karena lembaga antikorupsi tersebut tinggal melakukan renovasi, bukan membangun dari awal. Ruang gudang yang ada di basement, disulap menjadi tiga kamar rutan, tiga toilet plus satu ruang tengah.

Ketika wartawan diberi kesempatan untuk meninjau terlihat, pada masing-masing kamar rutan, hanya dilengkapi sebuah tempat tidur dan sebuah meja. Untuk kelancaran sirkulasi udara, dipasang exhaust fan di dinding. Ada pula satu unit pendingin ruangan yang dipasang di luar kamar tahanan.

Untuk persoalan keamanan, rutan khusus tahanan KPK ini dilengkapi CCTV di setiap sudutnya. Petugas keamanan, kata Johan, berjaga selama 24 jam. Para petugas rutan, lanjutnya, akan memastikan para tahanan tidak membawa fasilitas komunikasi maupun fasilitas tambahan lain seperti kulkas atau televisi dan laptop.

Tenaga security akan dikoordinasikan dengan lembaga terkait seperti Kementerian Hukum dan HAM serta Kepolisian. "Di KPK ada tiga tipe pengamanan, pengamanan dalam, pengawal tahanan, ada polisinya, ada brimob. Kalau pengamanan ekstra, kita bisa minta ke brimob," katanya.

Selain itu, rutan KPK ini juga dilengkapi tiga kamar mandi yang dibangun di samping kamar tahanan. Johan mengatakan, para tahanan dapat ke luar kamar selama masih berada di lingkungan rutan. Para tahanan juga dapat mengetahui perkembangan pemberitaan melalui satu unit televisi yang disediakan di rutan.

Para tahanan KPK juga dapat menerima kunjungan tamu masing-masing. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, KPK membangun ruang tunggu tamu secara terpisah dengan bangunan rutan.

Jika ada tamu yang berkunjung, petugas keamanan rutan akan membawa si tahanan ke ruang tamu tersebut. Ruangan itu berbentuk kotak seperti loket yang lengkap dengan kaca pemisah antara tahanan dan tamunya. Untuk dapat berkomunikasi dengan tamunya, tahanan menggunakan telepon yang disediakan.

"Dikunjungi bisa, tapi tidak langsung masuk ke ruangan tahanan. Ini cukup representatif, memenuhi standar rutan, berkunjung dibatasi kaca, tidak bersentuhan secara langsung tahanan dan pengunjung," tutur Johan.

sumber:internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar