Selasa, 13 Maret 2012

Animal Hoarding – Kepemilikan hewan peliharaan yang berlebihan


Terinspirasi dari tulisan wall di group oleh Mbak Daisy N. Harun

Yang bentuknya himbauan agar memelihara kucing untuk tidak melebihi batas kemampuan kita sebagai pemelihara, agar bisa menjaga hubungan baik dengan dengan Pencipta karena memang kebersihan sebagian dari iman, bisa hubungan baik dengan tetangga di lingkungan dan hubungan baik dengan makhluk-makhluk ciptaan-Nya yaitu hewan-hewan peliharaan kita tercinta.
Agar bisa hidup bahagia dan sehat bersama Hewan Peliharaan kita

Animal Lover dan Animal Hoarder
Selayaknya kita yang sering mengaku pencinta binatang khususnya kucing baik itu rescuer dan breeder biasa menyebut dirinya sebagai Cat Lover, Dog Lover yang pada intinya adalah pencinta binatang (Animal Lover)

Ada perbedaan tipis antara Animal Lover dan Animal Hoarder....
Kembali lagi kepada keterbatasan kita sebagai pemelihara hewan, sampai dimana kesanggupan kita memelihara hewan yang kita rawat dengan baik, sehat dan tidak mengganggu lingkungan sekitar kita.... Sampai berapa banyak kah ???

Seorang animal lover dibagi lagi tentunya dari rescuer dan breeder, yang harus diperhatikan dan diwaspadai jangan sampai kita sebagai animal lover menjadi menjurus ke Animal Hoarder ….hati-hati yahhh

Karena Animal Hoader sendiri termasuk kategori Animal Abuse, karena hewan-hewan yang dipelihara memang kondisinya biasanya menyedihkan

Apakah Animal Hoarder itu ?

Animal Hoarder adalah pola sifat dan sikap seseorang yang merasa dirinya layaknya animal lover akan tetapi tidak sanggup memelihara dengan baik hewan-hewan peliharaannya), seorang animal hoarder bahkan terkadang tidak meyadari dirinya adalah "animal hoarder", seperti layaknya gangguan kepribadian obsesif kompulsif

Sebagian ciri-ciri animal hoarder :

1. Hewan-hewan yang dipelihara berjumlah melebihi kapasitas kesanggupan memelihara normal, kondisinya tidak sehat dan terkadang bahkan jauh terlihat lebih sehat jika hewan-hewan tersebut hidup liar ketimbang hewan yang dia pelihara.

2. Kesulitan menyediakan pakan yang baik untuk hewan-hewan peliharaannya karena memang jumlahnya sudah banyak.

3. Kesulitan menyediakan fasilitas kesehatan yang baik, seperti masalah sanitasi (kotor dan joroknya tempat tinggal hewan-hewan itu berada, terutama untuk pengobatan ke dokter atau fasilitas kesehatan lainnya, bahkan sampai nekat bereksperimen untuk percobaan pengobatan kepada hewan-hewan peliharaan tanpa didasari oleh kemampuan teknis layaknya seorang dokter hewan, yang menyebabkan hewan tersebut bertambah sakit, menderita bahkan mati.

4. Merasa dirinya sanggup memelihara banyak hewan dan tidak mau memberikannya untuk diadopsi orang lain dengan anggapan orang lain tidak bisa merawat sebaik yang dia rawat

5. Bermasalah dengan lingkungan sekitar menjadi seperti antisocial karena merasa dia yang paling sayang dengan hewan orang lain tidak ( itu sudah termasuk gejala psikis) Karena seorang animal hoarder biasanya tidak menyadari bahwa dirinya seorang animal hoarder, tetap menganggap dirinya sebagai animal lover.

Bahaya yang ditimbulkan oleh Animal Hoarder

Masalah kesehatan dalam kepemilikan hewan berlebihan mencakup berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan baik individu dan publik. Animal hoarder bisa dianggap sebagai penyebab dari banyak risiko kesehatan yang berat yang mengancam hewan-hewan dipelihara, orang yang tinggal pada rumah tinggal di lokasi tersebut, dan tetangga sekitarnya.

Efek pada Hewan

1. Kesehatan
Yang paling utama ada masalah kesehatan, resiko kurang gizi, tingginya tingkat kerentanan terhadap penyakit, setiap ada hewan baru yang datang juga ada resiko tertular penyakit atau mendatangkan penyakit baru, wabah yang bisa mematikan hewan-hewan tersebut.

2. Kelebihan Kapasitas – kekurangan wilayah teritori
Bahkan pada hewan tertentu yang memang memiliki karakter agresif bisa menjadi kanibal (layaknya pada hewan pengerat hamster atau bahkan bisa terjadi pada hewan anjing), perebutan teritori menyebabkan perkelahian antar hewan yang bisa menjadi luka dan kematian.

3. Kurang Perhatian
Biasanya seorang Animal Hoarder selalu menolak mengakui bahwa dia kurang memberikan perhatian pada hewan-hewan peliharaannya, biasanya hewan akan menderita secara perilaku karena pedoman kesejahteraan hewan (Animal Welfare), mereka juga membutuhkan hubungan sosialisasi yang baik antara pemilik dan hewan peliharaannya, biasanya hewan jadi tidak penurut dan sulit diatur, kemudian jadi bermasalah dengan lingkungan sekitar, tetangga komplain, bahkan hewan-hewan peliharaan kita bisa disakiti karena menimbulkan kebencian terhadap hewan-hewan tersebut karena keteledoran kita, entah di abuse, di buang bahkan ada yang sampai diracun.

4. Memberikan image buruk atas hewan peliharaan
Padahal jika terawat dengan baik dan cantik, bahkan orang yang tidak menyukai hewan akan tertarik melihatnya, paling tidak bisa mengedukasi bahwa hewan tersebut bukan hewan yang harus dijauhi dan dimusnakan.

Efek pada Manusia

1. Kesehatan
Lingkungan hidup yang tidak sehat baik untuk hewan dan pemiliknya, bahkan untuk lingkungan sekitarnya

2. Penyakit Zoonosis
Bahaya meningkatnya penyakit hewan yang bisa tertular ke manusia (zoonosis), seperti penyakit kulit sampai ke toxoplasma, dan penyakit zoonosis lainnya, yang bisa tertular ke pemilik hewan bahkan orang-orang di lingkungan sekitarnya.

3. Kelainan Prilaku
Pemilik Hewan menjadi berprilaku obsesif kompulsif atas hewan-hewannya, menjadi anti-social berlebih terutama kepada orang yang tidak menyukai hewan peliharaan.

Cara mencegah agar kita sebagai Animal Lover tidak terjebak menjadi Animal Hoarder tanpa kita sadari

Pada intinya sesuatu yang berlebihan tidaklah baik, memang mengadopsi merescue hewan terlantar adalah perbuatan mulia, akan tetapi harus disikapi juga dengan pola yang bijaksana, jangan sampai karena sudah terlalu banyak akhirnya tanpa disadari malah hewan-hewan itu yang menderita karena keterbatasan kita.

1. Sterilisasi
Untuk mengatasi populasi yaitu dengan sterilisasi hewan perliharaan kita, hewan akan lebih sehat dan bahagia.

2. Adopsi
Adopsikan kucing-kucing kepada sahabat atau penyayang hewan lain dengan selektif dan seleksi yang baik, terus mencari tahu tentang edukasi dan pembelajaran cara merawat hewan yang baik sesuai dengan pedoman Animal Welfare sendiri.
Karena seorang animal hoarder tidak pernah rela hewan-hewan peliharaannya diberikan kepada orang lain, carilah orang yang tepat untuk memelihara mereka jika anda tidak sanggup memelihara dengan jumlah banyak, lakukan pemantauan, membina hubungan baik dengan adopternya

3. Edukasi
Memberi pengertian bahwa tidak semua hewan bisa dipelihara bahwa ada hewan-hewan liar yang memang harus berada di habitatnya, edukasi dan memberi contoh agar jika tidak menyukai hewan tertentu, tidak selayaknya hewan tersebut disakiti atau dimusnahkan

4. Bergabung dengan organisasi kesejaheraan hewan
Ikut membantu orang-orang yang memang sudah terlanjur memiliki hewan peliharaan terlalu banyak dan tidak mampu untuk memeliharanya, bergabung dengan organisasi atau komunitas tentang hewan serta ikut berpartisipasi dalam edukasi, support dan charity, sudah bisa diartikan ikut membantu hewan-hewan terlantar diluar sana tanpa harus memeliharanya dalam jumlah banyak.

5. Membuka diri
Berusaha menahan keinginan memelihara jika memang sudah tidak sanggup memelihara dalam jumlah tertentu, biasanya kalau sudah menyelamatkan hewan akan ada bonding – hubungan batin rasa sayang sendiri terhadap hewan tersebut, harus belajar meng-ikhlash-kan bahkan ada kehidupan yang lebih baik untuk hewan tersebut daripada harus hidup beramai-ramai dan menumpuk sampai kita tidak bisa merawatnya sendiri.

Hingga agar pada akhirnya mewujudkan impian kita semua untuk menjadi Responsible and Educated Pet Owner…jadi hidup bahagia, sehat bersama hewan peliharaan kita.

Berdasarkan berbagai sumber dan pengalaman pribadi
(picture – CM- Animal Control)

-Q- Peduli Kucing

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar