Selasa, 06 Maret 2012

Inilah Jawaban Ketua PSSI atas Pernyataan Presiden SBY


Inilah Jawaban Ketua PSSI atas Pernyataan Presiden SBY - Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin menanggapi pernyataan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Kekalahan 10-0 dari Bahrain pekan lalu merupakan kekalahan terbesar yang pernah dialami timnas Indonesia sejak terbentuknya PSSI, 19 April 1930 silam. Keprihatinan juga diungkapkan Presiden.

Menurut Presiden, kekalahan ini tak lepas dari konflik di kepengurusan PSSI pusat, yang merambat hingga ke level paling bawah. Kompetisi pun ikut terbelah.

Orang nomor satu di republik inipun meminta PSSI berhenti mencari siapa yang salah dan siapa yang menang, dan mulai mencari solusi damai seperti yang diinginkan rakyat Indonesia.

"Imbauan Presiden sangat bagus dan perlu ditegaskan tidak ada dualisme kepengurusan. Federasi yang resmi adalah kita. Maka, mari kita duduk bersama-sama," ujar Djohar dalam jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin (5/3/12),

"(Imbauan Presiden) itu bagus untuk mempercepat proses bersatunya kita," tegas ketua umum.

Akibat dualisme kompetisi, antara Liga Primer Indonesia (IPL), yang diakui PSSI, dan Liga Super Indonesia (ISL), liga lama yang kini dianggap ilegal oleh PSSI, badan sepak bola nasional itu hanya bisa memilih pemain timnas dari IPL. Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Mallarangeng, menyayangkan adanya diskriminasi ini.

"Tadi kan sudah dikatakan tidak ada diskriminasi, ini bukan PSSI yang melarang, tetapi FIFA melalui suratnya yang melarang. Pemain ISL tertutup membela timnas. Kita menyadari itu, jadi kita ajak mereka bersatu, kembali ke rumah (PSSI). Kembali ke rumah dan sama-sama kita bangun rumah kita," tandasnya.
sumber:internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar