Jumat, 02 Maret 2012

Setelah Solo, Giliran Monas Tanpa Bayangan


Zona Aneh - Setelah Solo, Giliran Monas Tanpa Bayangan - Monumen Nasional dan gedung-gedung tinggi lainnya di Jakarta akan kehilangan bayangan selama lima menit pada Ahad 4 Maret 2012. Fenomena itu terjadi ketika matahari berada tepat di atas Ibu kota Jakarta pada tengah hari. Sebelumnya Fenomena Benda Tanpa Bayangan Matahari Terjadi di Solo dan Top 10 Foto Penampakan Hantu Serem Banget, Cek Gan!

Hampir semua benda tegak bakal kehilangan bayangannya pada kala itu. Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan lenyapnya bayangan di sebuah kota terjadi dua kali setiap tahun.

Fenomena ini merupakan bagian dari rute gerak matahari yang bergerak dari selatan ke utara dan sebaliknya dalam satu tahun. �Jika posisi matahari tepat di atas garis lintang sebuah kota, maka benda tegak tak akan menunjukkan bayangan,� ujarnya saat dihubungi Jumat 3 Maret 2012 kemarin.

Pada Ahad nanti, matahari akan berada pada posisi 6,25 derajat Lintang Selatan, hampir sama dengan letak Kota Jakarta di 6,20 derajat Lintang Selatan. Tepat tengah hari, sekitar pukul 12.04 WIB, matahari akan berada di atas kepala (zenit). Akibatnya, bayangan jatuh tepat di tempat berpijak benda tersebut.

Dalam lima menit, benda tegak seolah tak memiliki bayangan. Setelah waktu tersebut berlalu, bayangan akan kembali terbentuk. Lenyapnya bayangan selama lima menit pada tengah hari juga terjadi di beberapa kota lain. Kota Serang, misalnya, mengalami peristiwa serupa pada Ahad nanti.

Kota lain yang lokasinya lebih di selatan daripada Jakarta akan mengalami tengah hari tanpa bayangan lebih cepat. Bogor dan Semarang akan mengalaminya pada hari ini, sehari lebih cepat ketimbang Jakarta.

Dalam sepekan terakhir, matahari memang berada tepat di atas Pulau Jawa. Akibatnya, beberapa kota bergantian disinari matahari dari zenit.

Bandung dan Sukabumi, yang berada di 6,9 derajat Lintang Selatan, mengalami tengah hari tanpa bayangan pada Jumat lalu. Yogyakarta dan Surabaya berturut-turut kehilangan bayangan pada 29 Februari 2012 dan 1 Maret.

Fenomena tanpa bayangan di Jakarta selalu terjadi pada 4 Maret dan 8 Oktober setiap tahun. Fenomena ini merupakan bagian dari perjalanan matahari dari Australia menuju khatulistiwa. Pada 8 Oktober, matahari sedang dalam perjalanan dari khatulistiwa menuju Australia.

Peristiwa lenyapnya bayangan lebih populer di Pontianak, Kalimantan Barat, yang terletak persis di khatulistiwa. Di kota ini, bayangan menghilang setiap 21 Maret dan 23 September. Pada saat itu, Monumen Khatulistiwa akan diterangi matahari tepat dari atas sehingga tak meninggalkan jejak bayangan.

Pelaksana Teknis Kepala Bidang Matahari dan Antariksa Lapan, Sungging Emanuel Mumpuni, mengatakan peristiwa ini adalah fenomena biasa yang tak banyak berpengaruh terhadap cuaca. Posisi matahari yang berada di atas kota akan membuat suhu udara sedikit lebih tinggi dibanding hari biasa. �Jika langit mendung dan angin kencang, suhu udara normal,� kata Thomas.
sumber:internet

Tidak ada komentar:

Posting Komentar