Rabu, 07 Maret 2012

TERKUTUK! Ayah Perkosa 5 Putri Kandung Hingga Hamil


Zona Aneh - Terkutuk! Mungkin itulah yang pas ditujukan kepada Pantun Aritonang (40), ini. Pria biadab warga Jalan Toba II Kelurahan Kristen Kecamatan Siantar Selatan, ini tega memperkosa lima putri kandungnya sekaligus dalam kurun waktu yang berbeda. Agoi amang!


Perbuatan terkutuk pria beranak enam ini terungkap setelah istrinya, Herawati br Sidabutar (38) melaporkannya ke Polres Siantar, Senin (5/3) sekira pukul 13.00 WIB. Adapun kelima korban yang dicabuli pelaku yakni Bunga (17), Mawar (12), Indah (10), Intan (7) dan Ima (5) keseluruhannya nama asal comot.

Informasi yang diterima kru koran ini, Bunga putri sulung pelaku, dicabuli ayahnya sejak dia berusia 4 tahun. Di kantor polisi, ibu korban membeberkan kebusukan suami yang telah 13 tahun lamanya dipendamnya. Diceritakan Herawati br Sidabutar, 13 tahun lalu ketika mereka masih tinggal di Jalan Farel Pasaribu atas (Jalan Lapangan Bola) Kelurahan Sukamaju Kecamatan Siantar Marihat, dia pernah memergoki suaminya memperkosa putri pertama mereka, Bunga.

�Ketika itu Bunga masih berumur 4 tahun perkosanya (pelaku). Dan saya saat diancam dengan sebilah pisau agar tidak menceritakan perbuatannya kepada orang lain,� tutur wanita yang keseharian menjual roti di Simpang 2, ini seraya meneteskan air mata.

Mirisnya, ucap Herawati, sejak peristiwa itu, suaminya yang bekerja sebagai supir angkot Koperasi Beringin, itu bukannya tobat. Malah dia (pelaku) semakin menggila. Tiga putri mereka masing-masing Mawar, Indah dan Intan turut digarapnya dalam kurun waktu tahun 2008-2009.

�Setiap aku pulang dari berjualan, putri-putriku itu selalu melaporkan apa yang diperbuat bapaknya terhadap mereka. Akan tetapi saya tak mampu berbuat apa-apa karena suami saya selalu mengancam saya dengan pisau,� beber Herawati sedih.

Tak puas sampai disitu, ucap Herawati sambil mengusap pipinya yang basah akibat airmatanya, suaminya juga tega mencabuli putri sulung mereka yang masih berusia 5 tahun, Ima. �Ima dicabulinya (pelaku) pada pertengahan bulan Februari kemarin, jam 1 dinihari di ruang tamu mertua saya,� kata ibu korban lagi sambil menambahkan, dia dan suaminya selama ini tinggal bersama mertuanya di Jalan Toba II.

Dijelaskan wanita paruh baya ini, saat suaminya mencabuli putri bungsu mereka, adik perempuan suaminya (eda ibu korban), R br Aritonang melihat aksi bejad pelaku. Sayangnya, ketika hal itu ditanyakan koran ini kepada adik perempuan pelaku, R br Aritonang langsung membantahnya.

�Kalau ada kulihat itu udah kusiram pakai air panas. Nggak mungkin aku diam-diam saja,� cetusnya. Sementara itu, ibu pelaku, L boru Simanjuntak (60) ketika ditemui kru koran ini dikediamannya di Jalan Toba II mengatakan, jika anaknya (pelaku) telah lama tidak pulang. Nenek kelima korban ini juga membantah jika anaknya memperkosa kelima cucunya.

Ditambahkan adik perempuan pelaku, R br Aritonang, abangnya bersama istrinya dan keenam anaknya (satu laki-laki) tinggal di rumah ibunya di Jalan Toba II sejak tahun 2012. Diungkapkannya, keluarga abangnya itu pindah ke rumah ibunya, karena edanya (istri abangnya) pernah bermasalah di Simpang 2 ketika mereka tinggal disana. Akibat edanya itu diancam akan ditikam, maka abangnya bersama istri dan keenam anaknya memilih pindah ke rumah ibunya di Jalan Toba II.

�Mereka sekeluarga tidur di ruang tamu ini. Aku di kamar belakang sama suamiku. Kalau mamak di kamar depan,� jelas R br Aritonang. �Jadi mana mungkin bisa ada pemerkosaan di situ. Bukannya membela ya. Andaikata benar yang dilaporkannya itu, seharusnya dirembukkan dulu bersama keluarga. Kalau memang mau dilaporkan ke polisi, bisa diam-diam. Ini semalam semua orang kampung heboh. Salah alamat pula polisi mencari rumah ini. Jadi ketahuan sama orang-orang di jalan sebelah sana,� ungkapnya sedikit kesal.

Dijelaskannya ibu beranak lima itu, abangnya (pelaku) sehari-harinya membawa angkutan Koperasi Beringin dan dia (pelaku) sudah dua bulan tidak pernah pulang. Senin (5/3) pagi, sambung wanita penenun ulos itu, edanya (Herawati) masih menelepon suaminya, bahkan salah seorang anak mereka disuruh berbicara dan memberitahukan tentang kondisi mamaknya yang sakit. �Pernah memang dihubungi edaku itu suaminya, tapi perempuan yang disuruhnya mengangkat Hpnya. Itulah kurasa dendam edaku,� kata R br Aritonang.

Ibu Korban Disalahkan Mertua

Ibu pelaku, L br Simanjuntak bukannya merasa iba melihat penderitaan kelima cucunya dan menantunya, itu. Malah, wanita tua ini tega mengatakan jika parumaennya (menantunya Herawati) tidak becus, sama seperti anaknya (pelaku). Alasannya, kata L br Simanjuntak, cucu-cucunya tidak didik anak dan menantunya itu, malah hanya dua orang cucunya yang sekolah.

�Bandel-bandel semua orang ini. Tahun lalu, Herawati sudah pernah lari sama laki-laki lain dan membawa uang Rp3 juta. Pindah pun orang itu ke sini karena bermasalah di rumahnya sana,� beber L br Simanjuntak.
�Kalau anakku itu memang sudah lama nggak pulang,� tambahnya lagi.

Masih menurut L br Simanjuntak, anaknya (pelaku) merupakan anak kedua dari enam bersaudara. �Entah kutukan apa lah sama kami. Sejak suamiku meninggal delapan tahun lalu selalu ada masalah di keluarga kami. Ada yang kecelakaan, aku opname, tambah lagi kayak gini,� ujarnya sambil menangis.

Untuk memastikan apa cucunya itu benar diperkosa ayahnya, L br Simanjuntak lalu memanggil tiga cucunya yang masih kecil. Kepada kru koran ini, Indah membantah dicabuli ayahnya. Menurutnya, dia hanya pernah dipukuli ayahnya.

Mendengar pengakuan Indah, namborunya, R br Aritonang menyebutkan, Bunga juga sudah pernah dibotak ayahnya karena selalu keluar rumah tanpa diketahui apa tujuannya. Disebutkan namborunya lagi, Bunga seharusnya sudah duduk di bangku SMA. Akan tetapi karena bandal, Bunga kini masih duduk di bangku kelas 3 SMP. Terpisah, Kanit PPA Polres Siantar Iptu Agustina mengaku, belum bisa memberikan keterangan karena kasusnya masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Hingga berita ini diterima redaksi, pelaku belum juga ditemukan.(Rivay Bakkara)
sumber:internet

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar