Senin, 30 April 2012

Enam Jam Nurhayati Sekap Bayinya di Dalam Tong

Nurhayati

Indralaya- Raut muka Nurhayati, seakan masih menyembunyikan rasa penyesalannya yang begitu mendalam. Nurhayati adalh wanita nekat, anak keempat yang ia lahirkan sendiri, ia sekap di tong air selama 6 jam.

"Saya bingung bagaimana caranya untuk menghidupi si bayi," jelas Nurhayati saat ditemui di Polres OI, Sabtu (28/4) kemarin kepada sriwijaya post.

Kini, Nurhayati terlihat sudah agak tenang, meski terlihat galau Kepada wartawan dia mengaku bertindak diluar batas kemampuannya karena bingung bagaimana caranya untuk menghidupi bayi tersebut karena alasan ekonomi dan bapak sang bayi entah dimana rimbanya.

Nurhayati diamankan di Polres OI dia diancam dengan pidana pasal 340 junto pasal 50 tentang percobaan pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Terbongkarnya perbuatan Nur yang hendak menghabisi bayi yang baru dilahirkan itu, terungkap setelah dua tetangganya mendengar tangisan bayi berkelamin perempuan.

Ny Henny dan Amel dua warga yang selalu bertemu dengan Nur karena tetangga dekat, mengatakan Kamis (26/4) sekitar pukul 11.00, Ny Rebo berada di belakang dapur. Antara dapurnya dengan dapur rumah Nur saling berdempetan.

Bahkan hanya dipisahkan pagar yang ditumpukkan seng, karung plastik dan sedikit papan.
Ny Rebo, kata Mama Amel, mendengar ada suara seperti suara desahan kucing dari arah belakang rumahnya, ia kira bunyi kucing. tetapi suara itu muncul dari dalam rumah Nur.

Sedangkan rumah Nur terkunci dari luar. Ny Rebo yang memang curiga jika Nur sedang hamil memastikan itu suara bayi. Sehingga dia lapor ke tetangga dan Ketua Lingkungan setempat.
Saat itu, Nur sendiri ada di warung manisan tempatnya biasa mangkal sekitar 80 meter dari rumahnya asyik kerokan dengan tetanganya. Warga yang mencurigai bunyi di rumahnya mendobrak pintu dan mendengar bunyi desahan seperti bayi yang susah bernapas dari dalam tong air.

Ny Rebo, dan warga kaget dan tidak berani berbuat melihat bayi dalam kondisi miring dalam tong berisi air sedikit. Mulutnya ditutup dengan kain dan kepalanya dibalut celana jenis jins.
Melihat keadaan bayi itu warga curiga, jika ada unsur kesengajaan dilakukan orangtuanya sehingga dilaporkan ke Polres Ogan Ilir.

"Memang ajaib bayi itu tidak mati, karena jam 11.00 siang Nur itu kerokan sudah melahirkan dan bayi itu sudah dimasukkannya dalam tong air, kami baru mengetahuinya jam 17.30 artinya enam jam lebih di dalam tong air tertutup rapi," ungkap Ny Henny dan dibenarkan tetangganya yang lain.

Hal itu, lanjut Amel bisa terjadi dan bayi selamat karena tali pusar berikut ari-arinya masih utuh, sehingga kemungkinan bayi selamat dibantu tali pusar dan ari-ari yang masih utuh jadi seperti masih dalam kandungan.

"Yang mengangkatnya dari dalam tong aku sendiri, memang napasnya sudah megap-megap makanya langsung dibawa ke bidan," ujar Amel .

Baik Amel, Ny Henny dan warga sekitar meragukan keterangan Nur yang menyebutkan dia melakukan semua itu karena alasan ekonomi. Karena selama ini, kepada warga dan tetangga dekatnya dia bohong dan tidak terbuka ketika ditanya dirinya hamil. "Kami bukannya mau menghakiminya, apalagi kurangnya kami dengan dia, kalau dia mau jujur minta tolong memecahkan masalah yang dia hadapi kami siap, tapi memang dia tidak mau jujur dan memang sifantnya angkuh, terbukti kan sekarang, karena takut ketahuan orang dia melahirkan, lalu dia berbuat seperti itu," kata Henny dibenarkan suaminya, Riski

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar