Senin, 09 April 2012

Miris: Rakyat Singapura Paling Bahagia, Indonesia Nomer 3 Paling Belakang


Di antara 10 negara anggota ASEAN, rakyat Singapura adalah yang paling bahagia disusul oleh Malaysia. Kebahagiaan rakyat Indonesia sendiri ada di nomer 3 dari belakang, di atas Filipina dan Kamboja.

Demikian isi Laporan Kebahagiaan Sedunia (World Happiness Report) yang dirilis tiga hari lalu oleh The Earth Institute, sebuah lembaga penelitian milik Columbia University. Laporan itu sendiri dirilis oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dijuluki sebagai laporan PBB pertama yang berkaitan dengan tingkat kebahagiaan manusia.

Siapa yang paling bahagia di jagad ini? Siapa lagi kalau bukan Denmark. Dianugerahi keindahan alam yang nyaris sempurna, cuaca yang bersahabat, tingkat pendapatan perkapita tertinggi di dunia dan merata di seluruh kalangan rakyat, korupsi yang nyaris nol, serta pemerintah yang welas asih terhadap rakyatnya dengan konsep negara sejahtera (welfare state), tak heran jika rakyat Denmark merasa ibarat hidup di surga dunia.

Kalau kita hendak membandingkan Indonesia dengan Denmark tentu jauh bedanya. Denmark ada di ranking satu, Indonesia sendiri bahagia di ranking 83. Mari kita bandingkan dengan sesama negara ASEAN.

Yang paling bahagia di ASEAN adalah rakyat Singapura. Negeri Singa itu ada di ranking 33. Disusul oleh Malaysia yang ada di ranking 51. Indonesia sendiri ada di ranking 83, masih lebih unggul dibanding Filipina (103) dan Kamboja (138). Alhamdulillah, paling tidak kita bukan seperti negara Togo yang rakyatnya paling merana di dunia.

Negara kita Indonesia tercinta ini mungkin jauh lebih indah dibanding Denmark. Bukan hanya indah, tapi juga kaya raya. Denmark sendiri punya apa? Mereka dikelilingi laut dan ekspor produk lautnya memang luar biasa. Tapi laut kita jauh lebih luas, ikan kita jauh lebih banyak, dan kita adalah satu-satunya negara kepulauan di dunia yang mendapat pengakuan sebagai negara kesatuan seperti dinyatakan dalam Deklarasi Djuanda.

Denmark punya minyak, tapi minyak kita jauh lebih banyak dibanding mereka. Dari segi kapasitas produksi minyak global, Denmark ada di urutan 37 dengan produksi 262 ribu barrel perhari. Indonesia lebih baik, ada di urutan 21 dengan produksi lebih dari 1 juta barel perhari. Nyaris lima kali lipat jumlah produksi Denmark!

Soal keindahan alam, Indonesia juaranya. Negara kita dikelilingi gunung berapi yang menciptakan kontur unik seakan Tuhan memang sengaja mengukir negara kita dengan pahat-Nya. Dengan iklim tropis yang kita miliki, tumbuhan apapun dengan warna apapun bisa tumbuh di negara kita. Di Denmark kalau sedang musim dingin tumbuhan mati, menyisakan pemandangan gersang diselimuti hamparan salju. Dan Denmark sendiri negara yang datar tanpa banyak “ukiran alam” seperti Indonesia.

Belum lagi kalau bicara soal makanan. Indonesia adalah surganya! Hanya di Indonesia satu makanan mempunyai begitu banyak varian. Soto misalnya, ada Soto Kudus, Soto Betawi, Soto Padang, Soto Madura, Soto Banjar, nyaris setiap daerah ada soto khas masing-masing. Semuanya penuh rempah beraneka rasa, hasil dari suburnya tanah Nusantara. Makanan Denmark? Palingan ikan dengan roti bantat.

Lalu apa yang membuat rakyat Indonesia tidak bahagia?

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa “negara kaya cenderung lebih bahagia, tetapi ada yang lebih penting dibanding kekayaan yaitu kekuatan pendukung/jaminan sosial, ketiadaan korupsi, dan kebebasan individu.”

Jaminan sosial kita bobrok. Biaya rumah sakit mahal. Program Jamkes dipersulit dengan panjangnya birokrasi. Rakyat kelas menengah yang tidak layak menerima Jamkes terpaksa pasrah menanggung biaya kesehatan yang tinggi. Biaya pendidikan mahal, terutama universitas. Orang miskin layak menerima BLT, tetapi program ini cuma bersifat karitatif/tambal sulam dan tidak ada konsep komprehensif bagaimana membebaskan oran-orang miskin ini dari kepapaan hidup.

Korupsi? Tidak perlu dibahas. Pada tahun lalu kita negara korup nomer 4 di ASEAN. Hanya Filipina, Myanmar, dan Kamboja yang lebih korup dari kita. Secara global kita berada di ranking 100 negara terbersih dari korupsi. Negara paling bersih? Selandia Baru dan tentu saja sang “surga dunia” Denmark.

Kebebasan individu? Saya pikir kitalah negara dengan kebebasan individu nomer wahid di dunia. Setiap orang bebas berbuat apapun sehingga hak-hak orang lain terancam. Bebas membentuk ormas keagamaan yang mengusung pedang kemana-mana sambil mengancam umat agama lain. Bebas berdemonstrasi di jalanan sambil merusak fasilitas umum dan menggebuki aparat negara. Dan tentunya bebas melakukan korupsi di mana saja, kapan saja, siapa saja.

Buruknya jaminan sosial, indeks korupsi, dan pengaturan kebebasan individu ini disebabkan oleh ulah politikus kita. Pemerintah dan politikus bukannya mengurusi rakyat dengan welas asih seperti di Denmark, tetapi mengurusi istri, keluarga, dan kroni sendiri dengan welas asih. Negara dibiarkan salah urus dan hiruk pikuk. Rakyat dibiarkan menderita dan tidak bahagia.

Sebenarnya Indonesia punya potensi untuk menjadi surga dunia. Kekayaan alam dan budaya kita jauh lebih tinggi dibanding Denmark. Kita punya potensi untuk lebih bahagia dibanding orang Denmark. Yang membuat kita tidak bahagia adalah para politikus.

Di mata saya, pelacur lebih mulia dibanding politikus. Pelacur mengambil uang anda, tapi mereka menukarnya dengan kebahagiaan (sesaat). Politikus merampok uang anda, dan juga merampas kebahagiaan anda.***

http://sosbud.kompasiana.com/2012/04/06/rakyat-singapura-paling-bahagia-indonesia-nomer-3-paling-belakang/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar