Kamis, 19 April 2012

Parah! Gelang Cinta Unik Yang Berakhir Maut


Jakarta - Seorang wanita Inggris 40 tahun menyalahkan gelang beracun yang dipakainya karena telah merusak hidupnya. Setelah dua tahun memakainya, wanita yang bernama Jo Wollacott yang berasal dari Bridport, Dorset, menderita halusinasi, pusing dan mual-mual yang mengakibatkan dirinya kehilangan kekasih, pekerjaan, rumah hingga disebut sakit jiwa.

Jo awalnya merasa dirinya terkena karma buruk karena selalu tertimpa sial, sampai akhirnya ia menyadari bahwa gelang yang dipakainya mengandung racun. Ibu dari dua anak tersebut masih bersyukur karena ia masih hidup, mengingat gelang tersebut mengandung kimia Abrin, zat kimia yang digunakan para teroris untuk membunuh orang hanya dengan menelannya sebanyak 3 mg.

Gelang 'cinta' warna merah-hitam ini dibelinya di situs eBay pada bulan April 2010 seharga 1 Pounds (sekitar Rp 14 ribu). Jo yang bekerja sebagai pembuat seni mosaik ini mulai mengalami gangguan kesehatan seminggu setelah pemakaian. Mulutnya membengkak, kulit tangannya gatal-gatal dan selama musim panas, ia sakit diare dan muntah-muntah.

Menganggapnya sebagai penyakit biasa, ia tidak berobat dan mendiamkannya. Sejak saat itu kehidupannya mulai berantakan. Gelang energi dengan nama Jequirity Bean Bracelet ini akhirnya membuat dirinya selalu berhalusinasi dan kekasihnya memutuskan hubungan mereka di bulan Juli 2010. Tak hanya itu, beberapa bulan kemudian ia menghentikan bisnis mosaiknya karena fisiknya terlalu lemah.

Sejak dirinya tidak memiliki penghasilan, ia terpaksa menjual rumah keluarganya di Lyme Regis dan pindah ke rumah kecil di sekitar Bridport. Mobil Ford Fiesta miliknya juga ia jual demi bertahan hidup.

Di bulan Desember 2010, ia akhirnya mengunjungi klinik Forston di Dorchester dan dirawat berhari-hari karena berhalusinasi akut tanpa tahu penyebabnya. Dokter mengira dirinya menggunakan narkoba, namun setelah dites, hasilnya negatif. Iapun dipulangkan setalah 9 hari tanpa ada tindakan penyembuhan yang signifikan.

Waktu terus berlalu dan dirinya kembali mengunjungi dokter di bulan Oktober 2011. Di satu momen, ia merasa lelah dan melepas 'gelang energi' yang dipakainya. Ajaibnya, kesehatannya berangsur membaik sejak saat itu. Secara mental ia mulai sadar, berhenti merasa sakit dan memulai hidupnya kembali sebagai pembuat mainan anak.

Jo saat itu belum sadar bahwa gelang energi itulah penyebab dirinya sakit. Hingga suatu hari, putranya bernama Dagan membawa surat peringatan dari sekolah akan bahaya gelang energi yang selama ini dipakainya. "Aku tidak percaya hal ini. Setelah mengetahui halusinasi adalah efek samping gelang itu, aku mulai bisa menghubungkan segala hal yang aku alami," ujarnya kepada Dailymail.

Gelang tersebut setelah diteliti berasal dari Peru. Biji-bijian yang digunakan sebagai elemen hias gelang tersebut ternyata berasal dari tanaman abrus precatorius yang mengandung racun abrin yang sangat berbahaya.

(fer/eny)

(Sumber)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar