Kamis, 03 Mei 2012

10 Racun Dalam Produk Sehari-hari yang Berbahaya Bagi Anak


Beberapa racun dari peralatan rumah tangga dan produk sehari-hari diketahui dapat menyebabkan autis dan gangguan perkembangan anak seperti ADHD atau hiperaktif. Sayangnya, racun-racun ini masih banyak digunakan sampai saat ini.

Sebuah editorial yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Health Perspectives menghimbau kepada para ilmuwan untuk memperbanyak penelitian yang mengidentifikasi faktor lingkungan pemicu autisme dan gangguan perkembangan saraf pada anak-anak.

Penulis editorial tersebut adalah Philip Landrigan, MD, MSc, direktur Children’s Environmental Health Center (CEHC) di Mount Sinai School of Medicine bersama Luca Lambertini, PhD, MPH, MSc, Asisten Profesor Kedokteran Pencegahan di Mount Sinai dan Linda Birnbaum, direktur National Institute Of Environmental Health Sciences.

Penelitian genetik telah menunjukkan bahwa autisme dan beberapa gangguan perkembangan saraf lainnya memiliki komponen genetik yang kuat. Namun banyak juga yang percaya bahwa faktor lingkungan ikut memainkan peran yang besar.

"Sejumlah besar bahan kimia yang digunakan secara luas belum banyak dievaluasi mengenai potensi beracunnya dan ini bisa menjadi perhatian besar. Pengetahuan tentang penyebab gangguan perkembangan saraf dari lingkungan ini sangat penting karena masih bisa dicegah," kata Dr Landrigan.

CEHC menyusun daftar 10 bahan kimia yang ditemukan dalam produk dan diduga dapat menyebabkan autis dan gangguan perkembangan anak. Penyusunan ini ditujukan untuk memandu penelitian agar lebih banyak lagi menemukan faktor pemicu dari lingkungan yang dapat dicegah.

Seperti dilansir Science Blog, kamis (26/4/2012), ke-10 bahan kimia tersebut antara lain:

1. Timbal
Timbal digunakan untuk konstruksi bangunan, baterai, peluru, bagian dari solder dan perisai radiasi. Dalam produk sehari-hari, timbal juga dapat ditemukan pada mainan anak-anak, perhiasan mainan dan keramik.

2. Methylmercury
Methylmercury adalah suatu bentuk merkuri berbahaya dan dapat menumpuk dalam aliran darah. Merkuri dapat terjadi secara alami di lingkungan, tapi sumber utama methylmercury dalam ikan adalah polusi industri. Merkuri dapat terakumulasi dalam sungai, lautan, dan danau kemudian dibantu oleh bakteri berubah menjadi methylmercury yang beracun.

Ikan menyerap methylmercury dari air karena memakan organisme air. Ikan pemangsa yang besar kebanyakan lebih benyak menyimpan zat ini dalam tubuhnya, misalnya makarel, hiu, todak, tilefish

3. PCBs atau Polychlorinated biphenyl
Senyawa ini secara luas digunakan sebagai cairan dielektrik dan pendingin, misalnya dalam transformer, kapasitor, dan motor listrik.

4. Organofosfat pestisida
Bahan ini mengacu pada sekelompok insektisida yang mengandung fosfor organik. Produk yang mengandung senyawa ini bernama malathion banyak digunakan dalam pertanian, perumahan, tempat rekreasi umum, dan program pengendalian nyamuk. Senyawa ini dapat diserap melalui paru-paru, kulit atau lewat makanan.

5. Organoklorin pestisida
Bahan ini merupakan jenis insektisida yang paling umum digunakan dalam pertanian, industri obat, dan rumah tangga seperti DDT, aldrin dan dieldrin.

6. Pengganggu endokrin
Bahan kimia yang mengganggu endokrin atau sistem hormon diketahui dapat menyebabkan tumor kanker, cacat lahir, dan gangguan perkembangan lainnya. Contohnya adalah DDT, polychlorinated biphenyls (PCB), bisphenol A (BPA), difenil eter bifenil dan berbagai phthalates.

7. Gas buangan kendaraan bermotor
Gas pembuangan dari kendaraan bermotor mengandung karbon monoksida, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, PM-10 (partikel berukuran kurang dari 10 mikron), bensol, formaldehida dan polisiklik hidrokarbon. Polusi udara mempengaruhi darah dan organ tubuh sehingga berisiko mengganggu perkembangan anak.

8. Polisiklik aromatik hidrokarbon (PAH)
Senyawa ini mudah tercampur dengan minyak dari air sehingga banyak ditemukan dalam tanah dan endapan yang berminyak. Namun terkadang juga tercampur dengan partikel air di udara. Minyak mentah alam dan batubara mengandung sejumlah besar PAH. Bahan ini juga ditemukan dalam bahan bakar fosil olahan, tar dan minyak nabati.

Bahan ini dapat terbentuk oleh pembakaran tidak sempurna dari karbon yang mengandung bahan bakar seperti kayu, batu bara, diesel, lemak, tembakau, dan dupa.

9. Brominated flame retardants
Brominated flame retardant (BFR) adalah senyawa yang memiliki efek penahan api pada bahan yang mudah terbakar. Bahan ini banyak digunakan dalam plastik, tekstil, alat elektronik, mebel dan jok mobil.

10. Senyawa perfluorinated atau perfluorinated compound (PFC)
PFC memiliki sifat unik untuk membuat bahan anti noda, minyak, air dan banyak digunakan dalam bermacam peralatan. PFC sangat tahan terhadap kerusakan dan banyak dipakai pada pakaian, karpet, mebel, dan kemasan makanan seperti kotak pizza dan makanan cepat saji.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar