Rabu, 09 Mei 2012

Tidak Dirilis, Ini Dia Ponsel Generasi Android Paling Awal

Bersama dengan iPhone, ponsel Android kini telah menjelma menjadi salah satu ponsel yang paling diminati di seluruh dunia. Namun tahukah anda? dibalik kesuksesan yang diraihnya saat ini, sebenarnya proses pencapaiannya terbilang bukan hal yang mudah.

Saat Apple resmi mengumumkan ponsel pintar buatan mereka, Google masih berkutat dengan pengembangan sistem operasi. Berbagai prototype ponsel pun banyak digunakan sebagai uji coba. Salah satunya adalah ponsel yang satu ini yang disebut sebagai ponsel pertama Android yang tidak jadi diproduksi.

Berbeda dengan standar layar sentuh yang digunakan untuk ponsel berbasis Android. Ponsel generasi pertama, atau yang lebih tepat lagi generasi awal, dibuat dalam gadget ponsel mirip dengan BlackBerry.

Ponsel tersebut diberi nama Google Sooner. Dibuat pada tanggal 15 Mei 2007, platform Android kala itu memang masih memilih ponsel berbasis papan ketik fisik QWERTY yang kala itu booming dengan kehadiran BlackBerry. Ponsel tersebut dibuat oleh produsen HTC dengan nama HTC EXCA 300. Seperti yang diketahui, Android pertama kali hadir dengan besutan HTC sebelum akhirnya dipopulerkan oleh Samsung.

Karena versi awal tentu saja fiturnya pun masih sangat sederhana tanpa adanya koneksi WiFi atau 3G. Selain itu, kamera yang disematkan pun cukup kecil, yakni 1,3 Megapixel.




Courtesy of steventroughtonsmith.com

Perbedaan lain yang sangat mencolok juga ada dalam pengaturan fitur sistem operasi dimana platform Android versi awal (M3) tidak memiliki homescreen. Cukup hanya tampilan jam besar dan pop up Google Search Bar.



Courtesy of steventroughtonsmith.com

Browser yang digunakan pada Sooner dibuat berdasarkan Webkit [Mozilla/5.0 (Macintosh ; U; Intel Mac OS X; en) AppleWebKit/522+ (KHTML, like Gecko) Safari/419.3]. Pada masa ini, pengalaman browsing masih menjadi hal yang paling melelahkan karena kecepatan browser berada di bawah rata-rata.




Courtesy of steventroughtonsmith.com

Jika diperhatikan secara keseluruhan, sepertinya Android pertama kali coba dirancang untuk mengisi kekosongan antara iOS dan BlackBerry sebelum akhirnya berubah pikiran mengikuti jejak iOS. Langkah yang dianggap tepat jika melihat peta kekuatan pasar ponsel saat ini.

(as/huffingtonpost/steventroughtonsmith.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar