Minggu, 06 Mei 2012

Unik, Bocah Ini Bisa Baca Buku Dengan Mata Tertutup

Unik, Bocah Ini Bisa Baca Buku Dengan Mata Tertutup
Perawakannya, memang tak jauh berbeda jauh dengan anak seusianya, namun Gabriel Rusnatabin Kurniawan (9), murid Sekolah Katolik Mukun 1, Ladok Rana Mbeling, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, mampu membaca materi pelajaran, surat izin mengemudi (SIM), dan kartu nama dengan menutup mata.

Kemampuan putra dari Kandidus Nabi dipertunjukan saat upacara Hari Pendidikan Nasional tingkat Kabupaten Manggarai Timur di Borong, Rabu (2/5). Pada kesempatan itu, Gabriel mampu membuat Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote, Wakil Bupati Agas Andreas dan Ketua DPRD Manggarai Timur Johanes Nahas takjub atas kelebihan yang dimilikinya.

Untuk mengetes kemampuan Gabriel, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Manggarai Timur Yohanes Syukur memberikan SIM-nya untuk dibaca oleh Gabriel. Dengan cermat dan dengan mata tertutup, SIM yang diberikan mampu dibacanya dengan sempurna.

Menurut Psikolog Trainer pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Manggarai Timur, Haryanto, Kamis (3/5), mengatakan Gabriel merupakan anak aktivasi, di mana otak kiri dan kanannya sangat seimbang. Keseimbangan otak kiri dan kanan mampu mencerdaskan seorang anak.

Lebih lanjut Haryanto mengatakan, kecerdasan yang didapat oleh anak usia 5-12 tahun dari keseimbangan otak kiri dan kanan adalah mampu membaca dengan cepat, bermain musik yang bagus, serta membaca dan bahkan menghitung dalam keadaan mata tertutup rapat.

Anak dengan keseimbangan otak kiri dan kanan, lanjutnya dapat membaca sms dalam keadaan mata tertutup dan juga mampu mengetahui nomor kontak yang ada dalam telepon seluler.

Di Kabupaten Manggarai Timur terdapat sejumlah 25 anak dengan kelebihan memiliki keseimbangan otak kiri dan kanan. “Kami terus mengembangkan kemampuan otak kiri dan kanan di setiap sekolah di masa mendatang,” sebutnya.

Menurut Ayah Gabriel, Kandidus Nabi, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Taman Kanak-kanak dan Sekolah pada Dinas PPO Manggarai Timur menjelaskan, belum lama ini ada instruktur keseimbangan otak kiri dan kanan melatih 25 siswa dan siswi SD di Kabupaten Manggarai Timur.

“Pertama-tama yang kami lihat adalah pelatihan menarik napas, latihan konsentrasi, olahraga mata kiri dan kanan, serta latihan mengungkapkan hal-hal negatif yang sudah dilakukan siswa dan siswi selama pelatihan itu.” ujarnya.

Pelatihan keseimbangan otak kiri dan kanan sendiri diikuti oleh peserta dari Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo. Pelatihnya bernama Berto, orang dari Timor Leste yang sudah menjadi warga negara Indonesia.

Sumber
Infoinfo unik Review Rating: 85 out of 100 based on32012 reviews.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar